Sunday, January 24, 2010

[Resensi] Lost in Bali 2


Apa jadinya kalau kehidupan kita hanya diwarnai oleh sareus-isme. Hingga kita tidak pernah punya waktu untuk sekedar meringis, tersenyum atau tertawa. Yang ada hanyalah kata “iya” dan “tidak”. Fiyuhhh ga kebayang deh seperti apa jadinya. So, adakalanya dalam kehidupan ini kita perlu tertawa, tersenyum, atau sekedar meringis oleh sesuatu yang menurut kita itu lucu atau meng-geli-kan. Terutama diruang kerja dengan tingkat ‘presure’ non fisik yang cukup tinggi.

Salah satu cara yang saya lakukan adalah dengan membuat humor-humor kecil atau kalau memang yang laennya sedang serius maka saya meng-humor-kan diri saya dengan membaca buku atau bacaan yang mengandung humor tapi ada “isi” makna, tidak sekedar tawa lepas tak membekas.

Lost In Bali 2. Buku ini kelanjutan dari serial humornya Beny n Mice. Sebenarnya sudah cukup lama saya beli di tobu langganan tapi baru sempet nge-resensi-nya sekarang.

Berikut spesifikasinya:

Harga : Rp. 55.000
Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia
Edisi : Soft Cover
Tgl Penerbitan : 2009-07-26
Ukuran : 210x140x0

Ditoko-toko buku diskon mungkin kita bisa dapat diskon sampai dengan 25% [kalau beruntung]. Selain itu, didalamnya juga sudah tersedia bonus poster, lumayan menambah koleksi bagi anda penggemar gambar poster buat dipajang di kamar:D

Kisah dalam buku ini sendiri tidak jauh beda dengan kisah-kisah petualangan Beny n Mice pada edisi-edisi sebelumnya. Yang parahnya pada edisi ini, Beny n Mice sampai tersesat dikomunitas-komunitas “aneh”. So, temukan tawa dari buku ini dan cari cara-cara unik untuk kita bisa tetap tertawa dan enjoy^-^

Selamat membaca.....

Saturday, January 23, 2010

15 Buku yang Aku Ingat dan Berpengaruh


Awalnya ga begitu ngeh, waktu dapet tag “notes” dari beberapa orang temen soal “15 buku yang paling kamu ingat”. Hehehe...secara kalimat pembukanya pake bahasa inggris, jadi rada males duluan, eh ternyata tulisan dalam bahasa Indonesia. Baru ngeh, setelah dikandani [dikasih tau_jawa red] ma Mba Sinta:D
15 buku yang paling saya ingat? Mungkin saya lebih suka menuliskan 15 buku yang cukup berkesan dan membawa sedikit banyak perubahan dalam hidupku alias membekas.


1. The Magic Of Thinking Big [David J Scarwd]
Buku ini membawa banyak perubahan dalam hidup saya, membuat saya lebih percaya diri, berfikir positif dan optimis dalam memandang kehidupan ini. Termasuk pembaca yang lain seperti Ary Ginanjar yang menuliskan buku ESQ. Pertama kali membaca minjem punya temen kos, waktu jamannya ngekos awal-awal kuliah tahun pertama.


2. The Swordless Samurai [Kitami Masao]
Buku ini saya dapet dari Mbak Tiya, kado milad kemaren. Ehmmm buku yang sangat menginspirasi tentang arti sebuah pengabdian dan kepemimpinan. Sejak buku itu saya terima, sering sekali saya gunakan untuk sharing materi di agenda briefing pagi di kantor.


3. Kartun Beny n Mice [Beny dan Mice]
Kata orang “sesuatu itu juga tergantung bagaimana menyampaikannya” contohnya dua orang tokoh ini, Beny dan Mice. Mencoba memberikan kritik sosial dengan cara mereka yang cenderung konyol dan menghibur. Apalagi dipadukan dengan gaya karikatur yang mereka gunakan dan sangat kuat karakternya membuat pesan yang disampaikan sangat mudah dipahami dan menghibur. Alhamdulillah,bisa mengkoleksinya dari seri pertama sampai dengan yang terakhir.


4. Tetralogi Laskar Pelangi [Andrea Hirata]
Dari seri satu sampai ke empat, termasuk kaosnya. Filmnya pun tak ketinggalan saya tonton. Saya tidak begitu ngefans dengan Andrea Hirata, akan tetapi saya kagum dengan ide cerita dan gaya penceritaannya meskipun pada beberapa bagian banyak terdapat kejanggalan cerita. Filmnya? Garapan Riri Reza tak perlu saya ragukan lagi. Mantabbb


5. La Tahzan [Dr. Aidz Al Qarni]
Saya sengaja membelinya untuk saya koleksi. Sampai sekarang belum selesai-selesai juga buku itu saya baca. Hanya sesekali saat saya butuh nasehat atau temen saya butuh nasehat saya ambil dari buku itu. Cukup lengkap menurut saya nasehat yang terkandung dalam buku itu. Seperti sari dari bukunya Imam Al Ghozali. Saya beli bulan Ramadhan ditempatnya Pak Yanto, masjid RS. Karyadi saat saya masih tinggal di Semarang.


6. Sekolahnya Manusia [Munif Chotib]
Awalnya tertarik dari presentasi seorang GM di kantor saat briefing pagi. Presentasinya pagi itu membuat beberapa orang meneteskan airmata (tapi saya ndak ikut-ikutan nangis kok, suerrr). Karena memang bisa jadi orang lain melakukan kesalahan dalam hidupnya disebabkan oleh kesalahan kita dalam memperlakukan mereka. Buku ini mengajarkan kita tentang bagaimana mengajar yang baik sehingga anak-anak didik itu bener-bener sebagai anak manusia, bukan bebek atau robot.


7. 5 cm [Dony Dirgantoro]
Novel yang cukup unik. Setiap baca novel ini mengingatkan saya pada masa-masa saat SMP sampai putih abu-abu dulu alias SMA. Saat-saat dunia penuh tantangan, naek gunung-gunung tinggi di Jawa, backpaking kesana kemari, touring bawa motor dari Pekalongan ke Bogor, sampai ikutan balap motor...fiyuhhh. Seperti tertuliskan dalam sebuah hadist “kita adalah dengan siapa kita bergaul”. Teringat saat nongkrong bareng dengan Afri, Bryan, dkk yang slalu bisa menghadirkan tawa dan semua mimpi-mimpi yang “aneh-aneh” (tapi yang positif) namun bisa terwujud. Oia, makasih buat orang yang udah menghadiahkan novel ini


8. 5 Menara [A. Fuadi]
Hasil referensi. Membaca novel ini mengingatkan saya pada sahabat-sahabat saya alumni Ponpes Assalam, Solo. Kehidupan pesantren menghadirkan cerita sendiri, meskipun kadang dipandang sebelah mata, ternyata menjadi cerita lain bagi A. Fuadi dan saya sendiri termasuk orang yang mendambakan pengin masuk pesantren saat lulus SMP dulu.


9. Ayo Memotret dengan DSLR [Yuliadi Kusuma]
Diantara buku-buku dan majalah fotografi yang saya koleksi, buku ini paling saya suka. Simpel dan cukup lengkap isinya. Mudah dipahami dan diaplikasikan. Bagaikan buku saku buat saya. Dan saya rekomendasikan bagi siapapun yang ingin atau sedang belajar fotografi digital.


10. Dongeng Sebuah Produksi Film [Tino Saroengallo]
Cita-cita yang belum terwujud, menuliskan sebuah skenario film dan atau terlibat dalam pembuatan film. Buku ini menceritakan detail dan seluk beluk sebuah produksi film. Dari hal yang kecil sampai hal-hal yang besar semua dibahas. Buku ini saya pinjam dari mantan Obos saya, namun sampai sekarang belum saya kembalikan.hehehe...buat saya aja ya bozz


11. ....................[Sakti Wibowo]
Saya suka kalimat ini “Jika suatu saat aku menikah, aku tidak ingin menikah dengan seorang ikhwan (laki-laki) yang sekedar patuh pada guru ngajinya saat menyatakan si fulanah seorang shalihah. Aku ingin ikhwan tersebut memilihku menjadi istrinya karena dia melihat sesuatu yang istimewa pada diriku”.


12. ESQ [Ary Ginanjar Agustian]
Saya baca pertama kali minjem dari perpustakaan masjid Al Azhar Semarang dan semakin melengkapi dari buku The Magic Of Thinking Big yang saya baca sebelumnya. Sampai sekarang sih masih pengin ikutan trainingnya, tapi “kantong” saya sepertinya belum menjangkau *berharap ada gretongan:D


13. Merajut Cahaya [Asma Nadia, dkk]
Hihihi...Antologi cerpen yang membawa kisah panjang dalam kehidupan saya. Gara-gara membaca cerita berjudul “ Sepotong Kenangan untuk Ui” yang ditulis oleh Mbak Sita Resmi, saya tersihir untuk bisa tinggal di Bandung dan sekarang itu benar-benar terwujud. Entah apa istimewanya, sampai sekarang saya masih suka mengulang-ulang membacanya dan berharap “someday” saya bisa bersilaturahmi dengan Mbak Sita secara langsung. Antologi ini saya dapat hibah dari Mbak Novi temen di milis setelah saya sengaja memposting tulisan bahwa saya mencari Antologi ini, karena dulu cuma sempet membacanya minjam dari temen di Al Azhar Semarang.


14. Undang-undang kesehatan [ lupa..]
Hahaha...kok ikutan masuk nominasi sih? Eitt..eitt...jangan diketawain dulu. Bagi saya, ini bagaikan kitab sakti. Buku ini berisikan aturan-aturan dalam bidang kesehatan dan pelayanan kesehatan, secara dari sinilah kebijakan-kebijakan bidang yang saya geluti sekarang diambil. Buku ini hibah dari Bu Emma, dosen saya dulu. Kata beliau waktu itu “ Bud, ini buat kamu, kenang-kenangan dari Ibu. Ibu yakin suatu saat kamu membutuhkannya”. Ehh lah kok sekarang terbukti. Deuhhh pa kabar Bu Emma ya? Makasih Ibu...


15. Undang-undang Ketenagakerjaan [lupa juga..]
Lahhh ini apalagi. Oia, buku ini juga bagaikan buku “primbon” bagi saya. Saat orang menanyakan hak-haknya sebagai karyawan, dari buku inilah saya menjawabnya. Dari buku inilah saya dan kawan-kawan di bagian yang menangani hak-hak dan kewajiban karyawan dalam mengambil kebijakan-kebijakan. Baik itu hak-hak lembaga/perusahaan maupun kewajiban-kewajibanya.


Selain buku-buku diatas, tentunya masih banyak lagi buku lain yang juga sangat banyak pengaruhnya dalam kehidupan saya dan cukup membekas dalam memori untuk diingat.

Sunday, December 20, 2009

Ajari Aku Ya Alloh

Lupa, ini teh tulisan kapan ya? atau copas dari tulisan temen ya:D


Ajari Aku Ya Allah...


Allah ...

Ajarilah aku tuk terus bersyukur

Bahkan sampai diriku ada dalam keadaan

Paling teraniaya

Ajarilah aku agar terus menjadi orang baik

Bahkan ...

Ketika dunia sekalipun tak sanggup lagi tersenyum


Ajari aku ya Allah ...

Agar selalu bisa tertawa

Setelah menangis

Agar selalu bangkit

Setelah kejatuhan

Agar bisa terus berjalan

Walau aral melintang

Di depan sana

Agar tidak pernah menyerah

Walaupun hampir mati


Ajari aku ya Allah ...

Agar tidak pernah kehilangan cinta

Agar tidak kehilangan kepercayaan

Bahwa masih ada hal-hal baik

Di dunia ini

Yang masih patut diperjuangkan


Ajari aku ya Allah ...

Agar aku tidak menjalani hidup ini

Dengan sia-sia ...


------------ --------- --------- --------- --------- --------- -


Ya Allah...

Jangan biarkan kebencianku pada orang-orang yang menyakiti-ku, membuat diriku zalim...

Tapi jadikanlah musuhku adalah guru kehidupanku. .. agar aku bisa belajar janganlah mencontoh perbuatan mereka.

Berikanlah aku kelapangan hati dan kejernihan berpikir, agar aku sukses mengolah jiwa menjadi hamba yang tenang.

Agar hati ini dipenuhi rasa cinta & kasih sayang pada sesama, termasuk mengasihi musuh-musuh- ku...

Ya Allah apakah aku bisa memiliki sifat itu ?

Yang aku tahu itu adalah sifat orang-orang suci seperti Nabi Muhammad, Nabi Isa atau bahkan Sang Budha Sidharta Gautama.


Hari ini aku ingin menangis, untuk melepas sejenak kepenatan diri dalam menghadapi proses kehidupan.

Duch Gusti Allah mohon ampuni aku atas segala salah dan dosa dari akil baligh hingga saat ini.

Aku mohon Ya Allah...

Putuskan rantai kejelekan yang ada padaku tidak menurun ke anak cucuku kelak.


Semoga Allah SWT karuniakan kepada kita keikhlasan tiada batas dan kekuatan untuk senantiasa melanggengkan setiap amal soleh yang telah, sedang dan yang akan kita kerjakan.


Berikan aku ketenangan Ya Allah!!!!

Berikan aku ketenangan. agar aku dapat meneruskan hidup di muka bumi mu ini..

Wednesday, December 9, 2009

10 KESALAHAN MANAGER DAN BAGAIMANA MENGHINDARINYA


oleh: Wolf J. Rinke, PhD, CSP

Ketimbang bertele-tele, kita langsung ke pokok persoalannya saja. Berikut
ini adalah 10 kesalahan yang paling banyak dilakukan oleh manajer, serta
bagaimana kita bisa menghindarinya.

10. Tidak mempercayai karyawan.
Jika anda terus-menerus tidak mempercayai karyawan, anda hanya benar
sebanyak 3% saja. Namun jika anda selalu mempercayai karyawan anda, sampai
terbukti bahwa anda keliru, maka anda menghabiskan waktu anda sebanyak 97%
untuk melakukan hal yang benar. Maka mengapa kita tidak melakukan hal yang
benar saja? Mempercayai karyawan akan memberikan hasil yang luar biasa
positif bagi organisasi anda.

9. Menghabiskan terlalu banyak waktu di kantor.
Dalam sebuah seminar, saya bertanya pada para manager: berapa di antara anda yang tak mempunyai masalah? Tentu saja, tak ada yang mengangkat tangan. Kemudian saya bertanya lagi: kepada siapa anda mencari jawaban? Jika anda menjawab: kepada customer dan karyawan, anda benar. Maka, mengapa anda lebih banyak menghabiskan waktu di kantor anda sendiri? Anda takkan mendapatkan jawaban apa-apa jika anda berdiam di kantor anda. Untuk mendapatkan jawaban atas persoalan, anda harus menghabiskan waktu setidaknya 66% untuk mempraktekkan management by walking around.

8. Memuaskan customer.
Jika anda berusaha memuaskan customer, anda akan segera terlempar dari
bisnis anda. Mengapa? Karena hanya dengan melampaui harapan customerlah,
customer akan mengingat anda dan perusahaan. Jika tidak, mereka akan
melupakan anda dan tidak akan mempertimbangkan anda lagi. Mereka akan
memilih produsen lain untuk memenuhi kebutuhan mereka.

7. Mencari-cari kesalahan karyawan.
Mungkin anda akan protes, bukankah ini adalah tugas manager? Memang benar,
tapi jika anda berasal dari generasi tua manajemen, dan jika anda ingin
merusak efektivitas anda sendiri. Alasannya: anda sebagai manajer semestinya
tahu bahwa harapan-harapan anda baru akan tercapai dalam jangka waktu
panjang. Jika anda ingin menyuntikkan energi tinggi dalam organisasi,
semestinya anda memusatkan energi anda untuk memergoki karyawan melakukan hal yang benar. Maka, anda melakukan manajemen dengan penghargaan, bukan dengan perkecualian.

6. Menghabiskan banyak waktu dengan si biang kerok.
Coba perhatikan agenda anda selama beberapa hari ini. Jika anda menghabiskan
waktu dengan si biang kerok perusahaan lebih dari 5% waktu anda, maka anda
menyia-nyiakan waktu anda sana. Anda mendapatkan apa yang anda perhatikan.
Jika anda hanya memperhatikan si biang kerok, anda akan mendapatkan biang
kerok. Jika anda menghendaki kinerja perusahaan yang tinggi dan positif,
anda harus menghabiskan sebagian besar waktu anda dengan orang-orang yang
mampu mewujudkan hal tersebut.

5. Tidak banyak melakukan pelatihan dan pengembangan SDM.
Riset mengatakan bahwa perusahaan yang berkinerja tinggi justru mengalokasikan investasi mereka sebanyak3,5-5% untuk pengembangan sumber
daya manusianya, melalui pendidikan dan pelatihan. Sebenarnya tidak ada hal
yang ajaib dalam hal ini. Jika anda ingin perusahaan anda berjalan lebih
baik, anda harus memiliki karyawan yang lebih baik pula.

4. Menumpuk-numpuk kekuasaan.
Jika anda ingin meningkatkan kekuasaan anda, anda justru harus menguasai
seni membagi-bagikannya. Jika anda tidak berkenan membagikan kekuasaan, anda tidak memberi kesempatan orang lain untuk tumbuh dan berkembang. Artikel di Wall Street Journal tahun 1997, menunjukkan bahwa 30% karyawan merasa bahwa minat mereka diabaikan oleh manajer yang berkuasa mengambil keputusan yang mempengaruhi mereka. Angka ini melonjak dibanding tahun 1996, sebesar 25%. Ingat-ingatlah selalu untuk menekan pengambilan keputusan hingga ke level yang paling bawah.

3. Downsizing.
Kebanyakan manajer menyukai downsizing, alias penciutan organisasi. Mengapa,
karena tampaknya inilah cara paling cepat untuk menaikkan laba perusahaan.
Dengan demikian, manajer akan mendapatkan bonus lebih bsar. Aha! Melakukan
penciutan untuk mendapatkan bonus? Riset menunjukkan bahwa dalam jangka
panjang, perusahaan yang melakukan downsizing justru lebih tidak profitable.
Study selama tujuh tahun yang dilakukan oleh Universitas Colorado membuktikan bahwa perusahaan yang melakukan downsizing bisa melipatgandakan pendapatan selama 3 tahun. Tetapi, perusahaan sejenis yang tidak melakukan
downsizing justru meng-empat lipat gandakan pendapatan mereka dalam periode
yang sama. Intinya: perusahaan anda meraih competitive advantage melalui
orang, bukan dengan mengusir mereka dari organisasi.

2. Membuat kerja tampak berat.
Apakah anda suka bersenang-senang? Tentu saja! Jadi, mengapa banyak manajer yang menjadikan pekerjaan sedemikian berat dan menyakitkan untuk dikerjakan. Lihat saja survey yang mengatakan bahwa 25% karyawan Amerika Serikat membenci pekerjaan mereka, 56% dengan terpaksa menerima pekerjaan mereka, dan hanya 19% yang mencintainya. Anda akan mencapai kinerja yang luar biasa melalui orang-orang yang biasa saja hanya dengan menjadikan pekerjaan tampak menyenangkan.

1. Memberi reward yang sama kepada setiap orang.
Kebodohan nomer satu yang dilakukan manajer adalah memberikan reward yang
sama kepada setiap orang. Hal ini melanggar prinsip terutama dari manajemen:
reward harus sesuai dengan kinerja. Jika anda melakukan prinsip ini, anda
punya peluang untuk membentuk perusahaan sebagaimana yang anda inginkan.
Maka, lihat lagi bagaimana rewarding system anda, lalu pastikan bahwa
anggota team yang paling positif, energetik dan berkinerja tinggilah yang
mendapatkan reward dan penghargaan yang paling baik dan paling tulus,
dibanding sang biang kerok perusahaan anda.

Itulah 10 kesalahan dan kebodohan yang harus anda hindari jika anda ingin
membangun organisasi yang lebih produktif dan positif.

(Dirangkum dari: Wolf J. Rinke, PhD, CSP, Top 10 Stupidest Mistakes
Managers Make and How to Avoid Them)

Monday, December 7, 2009

Sudut Bahagia


Melek buat OL sampai dini hari kadang ada ga enaknya kalau pas ketemu orang yang super rese’ dan ngobrolnya ga jelas, tapi banyak juga orang baek yang senang berbagi inspirasi dan motivasi. Hatur thengkyu sob, untuk inspirasinya malam ini...

Bandung, dini hari 8 Desember ‘09

*******************************************************

Dimana Letak Bahagia Anda?

"Tempat untuk berbahagia itu ada di
sini. Waktu untuk berbahagia itu kini.
Cara untuk berbahagia ialah dengan
membuat orang lain berbahagia"
-- Robert G. Ingersoll

Budi, apakah saat ini merasa bahagia?

Di mana letak kebahagiaan Budi
sesungguhnya? Apakah pada moleknya
tubuh? ..Jelitanya rupa? Tumpukan
harta?

....atau barangkali punya mobil mewah &
tingginya jabatan?

Jika itu semua sudah Budi dapatkan,
apakah Budi bisa memastikan bahwa
Budi *akan* bahagia?

Hari ini saya akan mengajak Budi untuk
melihat, kalau limpahan harta tidak
selalu mengantarkan pada kebahagiaan

Dan ini kisah nyata...

Ada delapan orang miliuner yang memiliki
nasib kurang menyenangkan di akhir
hidupnya. Tahun 1923, para miliuner
berkumpul di Hotel Edge Water Beach
di Chicago, Amerika Serikat. Saat itu,
mereka adalah kumpulan orang-orang yang
sangat sukses di zamannya.

Namun, tengoklah nasib tragis mereka 25
tahun sesudahnya! Saya akan menyebutnya
satu persatu :

=> Charles Schwab, CEO Bethlehem Steel,
perusahaan besi baja ternama waktu itu.

Dia mengalami kebangkrutan total,
hingga harus berhutang untuk membiayai
5 tahun hidupnya sebelum meninggal.

=> Richard Whitney, President New York
Stock Exchange. Pria ini harus
menghabiskan sisa hidupnya dipenjara
Sing Sing.

=> Jesse Livermore (raja saham "The
Great Bear" di Wall Street), Ivar
Krueger (CEO perusahaan hak cipta),
Leon Fraser (Chairman of Bank of
International Settlement), ketiganya
memilih mati bunuh diri.

=> Howard Hupson, CEO perusahaan gas
terbesar di Amerika Utara. Hupson
sakit jiwa dan meninggal di rumah
sakit jiwa.

=> Arthur Cutton, pemilik pabrik tepung
terbesar di dunia, meninggal di
negeri orang lain.

=> Albert Fall, anggota kabinet
presiden Amerika Serikat, meninggal
di rumahnya ketika baru saja keluar
dari penjara.

Kisah di atas merupakan bukti, bahwa
kekayaan yang melimpah bukan jaminan
akhir kehidupan yang bahagia!

Kebahagiaan memang menjadi faktor yang
begitu didambakan bagi semua orang.

Hampir segala tujuan muaranya ada pada
kebahagiaan. Kebanyakan orang baru bisa
merasakan *hidup* jika sudah menemukan
kebahagiaan.

Pertanyaannya, di mana kita bisa
mencari kebahagiaan?

Apakah di pusat pertokoan? Salon
kecantikan yg mahal? Restoran mewah?
Di Hawaii? di Paris? atau di mana?

Sesungguhnya, kebahagiaan itu tdk perlu
dicari kemana-mana... karena ia ada
di hati setiap manusia.

Carilah kebahagiaan dalam hatimu!
Telusuri 'rasa' itu dalam kalbumu!
Percayalah, ia tak akan lari kemana-mana...

Hari ini saya akan berbagi tips
bagaimana kita sesungguhnya bisa
mendapatkan kebahagiaan *setiap hari*.

Berikut adalah tips yang bisa Budi
lakukan:

1. Mulailah Berbagi!

Ciptakan suasana bahagia dengan cara
berbagi dengan orang lain. Dengan cara
berbagi akan menjadikan hidup kita
terasa lebih berarti.

2. Bebaskan hati dari rasa benci,
bebaskan pikiran dari segala
kekhawatiran.

Menyimpan rasa benci, marah atau dengki
hanya akan membuat hati merasa tidak
nyaman dan tersiksa.

3. Murahlah dalam memaafkan!

Jika ada orang yang menyakiti, jangan
balik memaki-maki. Mendingan berteriak
"Hey! Kamu sudah saya maafkan!!".

Dengan memiliki sikap demikian, hati
kita akan menjadi lebih tenang, dan
amarah kita bisa hilang. Tidak percaya?
Coba saja! Saya sering melakukannya. :-)

4. Lakukan sesuatu yang bermakna.

Hidup di dunia ini hanya sementara.
Lebih baik Budi gunakan setiap waktu
dan kesempatan yang ada untuk melakukan
hal-hal yang bermakna, untuk diri
sendiri, keluarga, dan orang lain.

Dengan cara seperti ini maka
kebahagiaan Budi akan bertambah dan
terus bertambah.

5. Dan yang terakhir, Budi jangan
terlalu banyak berharap pada orang
lain, nanti Budi akan kecewa!

Ingat, kebahagiaan merupakan tanggung
jawab masing-masing, bukan tanggung
jawab teman, keluarga, kekasih, atau
orang lain.

Lebih baik kita perbanyak harap hanya
kepada Yang Maha Kasih dan Kaya.

Karena Dia-lah yang menciptakan kita,
dan Dia-lah yang menciptakan segala
'rasa', termasuk rasa bahagia yang
selalu Budi inginkan. ^_^'

Sunday, November 29, 2009

Rindu


Kutitipkan helai rabithoh pada desir angin,

Kusematkan setangkai rinduku pada ranting berembun yang syahdu,

Kumunajatkan segala asa pada temaran purnama,

Kurangkaikan mimpi menembus dingin yang membeku menelusuk kedalam relung jiwa,

Dan pada ke-Agungan-Nya, ku sampaikan dalam doa




Medio Juli 2009, Tengah malam baru saja berlalu di Ciloto

Wednesday, November 25, 2009

[Resensi] Negeri 5 Menara


Sore itu rencananya saya sekedar ‘bertamasya’ di toko buku sembari menunggu waktu berbuka. Sebenarnya juga saya sedang menahan diri untuk berkunjung ke toko karena lagi ‘puasa’ belanja buku dengan alibi lagi mau pengiritan, tapi kenyataannya ga bisa juga meskipun kalau diitung-itung sudah lebih dari 1 bulan saya sama sekali tidak berkunjung ke toko buku. Hehehe..terpaksanya waktu beli buku kemaren nitip temen yang beliin. Anehh

Deretan buku baru memenuhi rak depan pintu masuk namun setengah jam pertama saya berhasil menahan diri untuk mengambil beberapa buku baru yang menarik buat saya. Sampai akhirnya tangan saya memegang dua buah buku [novel dan komik] serta satu buku untuk catatan harian yang bentuknya unik.

Saya akan coba resensikan dua buku itu dalam dua tulisan terpisah. Pertama tentang novel yang saya beli. Judulnya “Negeri 5 Menara” karya A. Fuadi, mantan wartawan TEMPO dan VOA, penyuka fotografi, yang kini menjadi direktur komunikasi di sebuah NGO konservasi. Beliau alumni Pondok Modern Gontor, HI Unpad, George Washington University, dan Royal Holloway, University of London.

Novel ini menceritakan tentang seseorang yang bernama Alif. Ceritanya sendiri diangkat dari kisah nyata si penulis. Seumur hidupnya Alif tidak pernah menginjak tanah diluar ranah Minangkabau. Masa kecilnya dilalui dengan berburu durian runtuh di rimba Bukit Barisan, main bola di sawah dan mandi di air biru Danau Maninjau. Tiba-tiba dia harus melintasi punggung Sumatera menuju sebuah desa di pelosok Jawa Timur. Ibunya pengin dia menjadi Buya Hamka walaupun Alif ingin menjadi Habibie. Dengan setengah hati dia mengikuti perintah Ibunya: belajar di pondok.

Di hari pertama di Pondok Madani (PM), Alif terkesima dengan “mantera” sakti man jadda wajada. Siapa yang bersungguh-sungguh pasti sukses. Dipersatukan oleh hukum jewer berantai, Alif berteman dengan Raja dari Medan, Said dari Surabaya, Dulmajid dari Sumenep, Atang dari Bandung, dan Baso dari Gowa. Di bawah menara masjid, mereka menunggu maghrib sambil menatap awan lembayung yang beranjak ke ufuk. Awan-awan itu menjelma menjadi negara dan benua impian masing-masing. Ke mana impian membawa mereka? Mereka tidak tahu. Yang mereka tahu adalah: jangan pernah remehkan impian,walau setinggi apapun. Tuhan sungguh Maha Mendengar.

Sejak cetak pertama Juli 2009, buku ini telah cetak ulang sebanyak dua kali yaitu pada bulan Oktober di tahun yang sama. Buku ini sendiri konon katanya satu dari Trilogi Novel karya A. Fuad yang rencana akan segera di-film-kan. Dalam sampul depan cetakan ketiga tertuliskan “Rp. 1.000 dari penjualan buku ini disumbangkan untuk korban Gempa Sumatera”. So kesempatan buat pembaca yang suka beramal sekaligus melengkapi koleksi perpusatakaan pribadinya. Selain itu setengah dari royalti buku ini juga disumbangkan untuk Komunitas Menara, sebuah organisasi sosial berbasis volunteerism yang ingin menyediakan sekolah, perpustakaan, klinik dan dapur umum gratis bagi kalangan yang tidak mampu. Harga novel ini Rp 50.000 diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama.


Selamat membaca dan semoga mengnspirasi ^-^